INSVESTASI REKSADANA SYARIAH
I.
Investasi Reksadana Syariah
Tingkat pertumbuhan reksadana syariah akan dipicu oleh
kegiatan transaksi ekonomi syariah secara umun, dan juga makin banyaknya
kegiatan perbankan dan manajer investasi yang menerbitkan reksadana syariah.
Beberapa manajer investasi yang telah menerbitkan
reksadana syariah antara lain:
Ø PT. Danareksa Investment
Manajement
Ø PT PNM Investment
Manajement
Ø PT Trimegah Sekuritas
Ø AAA Invesment Manajement
Ø Batasa Capital
Ø BNI Investment Manajement
Ø Manulife Investment
Manajement
Ø CIMB-GK Securities
Indonesia
Ø PT Kresna Grata Securindo
Tbk
Sementara
itu produk reksadana syariah yang sudah ada di pasaran saat ini, anatara lain:
Ø BNI Dana Syariah (
reksadana pendapatan tetap)
Ø BNI Dana Plus Syariah
(reksadana campuran )
Ø Danareksa Syariah
Berimbang (reksadana campuran)
Ø PNM yariah
Ø Fortis Pesona amanah
Pilihan
produk investasi yang bias dipilih antara lain saham, obligasi, deposito di
bank konvensional dan juga valas. Sementara itu jenis investasi reksadana yang
bias dipilih antara lain saham, campuran dan pendapatan tetap. Namun diantara
ketiga jenis investasi di atas sahamlah yang memiliki resiko paling besar, oleh
karena itu alam memilih investasi harus yang beresiko kecil agar tingkat
kerugian kecil.
II.
Investasi Berjamaah dengan Reksadan Syariah
Di dalam
investasi jika melakukan investasi sendiri kita harus benar-benar menjalankan
semuanya sendirian dengan baik, jika tidak bukannya untung yang didapat mungkin
malah rugi jadinya. Sedangkan investasi bersama-sama atau berjamaah resikonya
menjadi lebih rendah dan hasilnyapun akan optimal.
Reksadana
pada prinsipnya adalah investasi berjamaah dimana dana investor digabungkan
semua, lalu kemudian dibelikan kembali efek-efek investasi secara kolektif.
Asas yang digunaka yaitu asas bagi hasil.
Dana yang
dikumpulkan dari para investor oleh manajer investasi yang memiliki izin untuk
mengelola reksadana, semua diputuskan oleh tim manajer investasi dan dilaporkan
pada para investor dalam bentuk pergerakan harga yang terus berubah setiap
harinya.
III.
Perbedaan Reksadana Syariah dan Konvensional
Reksadana
merupakan produk perusahaan manajer investasi dan jika ada bank yang menjual
produk reksadana itu berarti bank tersebut berperan sebagai agen penjualan
bukan penerbit reksadana.
Reksadana
hanya diperbolehkan sebagai jenis investasi untuk efek (surat berharga), tidak
investasi langsung ke sector riil (usaha). Jadi, investasi reksadana hanya
diperkenankan pada produk keuangan seperti saham, deposito, valuta asing, dan
sebagainya.
Reksadana
syariah menginvestasikan dana yang dikelolanya ke dalam saham atau obligasi
yang dikeluarkan oleh perusahaan produksi atau manufaktur, bukan ke saham atau
obligasi perusahaan keuangan. Reksadana syariah mempertimbangkan kehalalan
suatu produk keuangan selain tingkat keuntungan berbeda dengan reksadana
konvensional yang hanya menggunakan pertimbangan tingkat keuntungan saja untuk
portofolio investasinya.
IV.
Berinvestasi Dengan Tepat
Kondisi dunia saat ini yang terpengaru krisisi kredit
di Eropa, krisis politik di Timur enga dan bncana di Jepang. Jumlah penduduk
dunia yang terus membengkak turut menyumbang kebutuhan pangan dan energy yang
luar biasa. Oleh karena itu saham yang akan menarik tahun ini adalah yang
berkaitan dengan energy dan sumber daya alam.
Emas merupakan produk insvestasi yang tumbuh dan
memberikan imbal hasil terus meningkat dalam lima tahun ini. Namun, jangan
berinvestasi berlebihan ada emas. Jangan spekulatif, membeli emas dengan
harapan akan segera naik suah disebut investasi.
V.
Mekanisme Investasi Reksadana
Mekanisme investasi reksadana mirip dengan investasi
bagi hasil. Para investor dan manajer investasi “patungan” untuk melakukan
investasi kedalam berbagai produk investasi yang memerlukan modal yang besar
dan keputusan untuk melakukan investasinya dipegang sepenunya oleh manajer
investasi yang lebih ahli dan berpengalaman. Kemudian hasil keuntungan
investasi dibagi hasilkan diantara para investor dan manajer investasi sesuai
dengan proporsi modal yang dimiliki.
Mekanisme bagi hasilnya sesuai aturan syariah.
Diciptakan produk reksadana syariah dimana keputusan investasi yang dilakukan
oleh manajer investasi dilakukan dalam batasan-batasan rambu syariah.
Dengan cara ini, hasil investasi yang dibagikan kepada para
investor menjadi bersih dari riba dan unsur yang tidak halal
INVESTASI EMAS
Emas merupakan investasi
teraman dan paling menguntungkan, tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini
selalu mengalam kenaikan harga. Namaun, sebelum investasi survey dahulu kondisi
pasar saat ini, disarankan calon investor untuk wait and see.
Disamping itu emas juga
memiliki kekurangan, diantaranya:
Ø Relative tidak praktis
atau sulit disimpan
Ø Beresiko hilang
Ø Bila penyimpana kurang
baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warana
Ø Kalau terjatuh sulit untuk
di treatment ulang dan bias mengurangi harga (khusus emas berbentuk koin)
Investasi emas sangat
tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai.
Menurut Roy Sembel, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal yaitu
kondisi Negara tidak menentu dan terjadi inflasi
Emas berfungsi sebagai
pengaman nilai uang, dan sebagai ladang investasi. Fungsi emas sebagai pengaman
nilai uang adalah karena nilai emas selalu equivalen atau setara dengan daya
beli.
Keunggulan emas yang tidak
dimiliki oleh investasi lain yakni emas bias dijual dengan mudah kapan saja dan
dimana saja dengan harga yang maksimum sesuai hanya standar emas hari itu.
Investasi emas dapat
dijalankan dengan transaksi gadai emas. Namun ada peraturan dimana perbankan
diperbolehkan mengeluarkan produk gadai hanya dikhususkan oleh Bank Indonesia
untuk Bank Syariah saja. Hal ini karena Bank syariah memiliki paying panduan
ekonomi Islam yakni pada Ketentuan Dewan Syariah Nasional dimana akad gadai ada
di dalamnya.
Sebelum investasi emas ada
beberapa hal penting yang harus diketahui, yakni:
1. Berhati-hati terhadap
investasi koin antic
2. Hanya membeli logam mulia
berbentuk koin atau batangan
3. Membandingkan harga
4. Diversifikasikan investasi
emas
5. Membeli berbagai denominasi
koin emas
Ragam investasi emas:
1. Gadai emas syariah
2. Kebun emas
3. Beli gadai
DAFTAR PUSTAKA
Haikal Tanti, 2011. Panduan Cerdas & Syar’I Investasi
Syariah. Araska, Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar