INSTRUMEN KEBIJAKAN
FISKAL
I.
Instrumen
Kebijakan Fiskal
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan
erat dengan pajak. Jika mengubah tarif pajak yang berlaku jelas akan mempengaruhi ekonomi, jika pajak
diturunkan maka kemapuan daya beli masyarakat akan meningkat dan jika pajak diturunkan
maka daya beli masyarakat akan akan menurun.
Adapun
instrumen-instrumen nya antara lain:
1.
Anggaran defisit atau
kebijakan fiscal ekspansif adalah kebijakan pemerintah untuk mebuat pengeluaran
lebih besar dari pemasukan Negara guna member stimulus pada rekonomian
2.
Anggaran surplus atau
kebijakan fiscal kontraktif adalah kebijakan pemerintah untuk membuat
pemasukannya lebih besar dari pengeluarannya
3.
Anggaran berimbang
adalah kebijkan pemerintah yang menetapkan pengeluaran sama besar dengan
pemasukan
II.
Mekanisme
Kerja Kebijakan Fiskal
1.
Pembiayaan fungsional
·
Pengeluaran
pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-akibat tidak langsung terhadap
pendapatan nasional
·
Pajak dipakai untuk
mengatur pengeluaran swasta, bukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah
·
Pinjaman dipakai
sebagai alat untuk menekan insflasi lewat pengurangan dana yang ada yang ada di
masyarakat
2.
Pengeluaran anggaran
·
Pengeluaran
pemerintah, perpajakan dan pinjaman dipergunakan secara terpadu untuk mencapai
kestabilan ekonomi
·
Dalam jangka panjang
diusahakan belanja seimbang, pada masa depresi digunakan anggaran deficit dan
dalam masa insflasi digunakan anggaran belanja surplus.
III.
Pandangan
Islam Tentang Instrumen Kebijakan Fiskal
Dalam
islam kebijakan fiskal bertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat yag
didasarkan atas distribusi kekayaan berimbang dengan nilai-nilai material dan
spiritual pada tingakat yang sama. Pengenaan pajak dilakukan dari sisa nafkah
dan dan harta orang-orang kaya
IV.
Instrumen
Kebijakan fiskal dalam Ekonomi Syariah
Dalam
ekonomi islam kebijakan fiskal merupakan salah satu perangkat untuk mencapai
tujuan syariah termasuk meningkatkan
kesejahteraan dengan tetap menjaga keimanan, kehidupan, intelektualitas,
kekayaan, dan kepemilikan. Zakat merupakan instrument kebijakan fiskal. Dalam
islam zakat mempunyai kedudukan yang sangat istimewa dan stategis karena
merupakan pendapatan utama.
V.
Perbandinagan
Instrument Kebijakan Fiskal Konvensional dan Syariah
Anggaran
belanja Negara terdiri dari penerimaan dan pengeluaran. Instrument kebijakan
fiskal kebijakan yang diambil pemerintah untuk membelanjakn pendapatannya dalam
merealisasikan tujuan-tujuan ekonomi. Adapun dalam islam kebijakan fiskal
anggaran ini bertujuan utuk mengembangkan suatu masyarakat yang didasarkan atas
distribusi kekayaan berimbang dengan nilai-nilai material dan spiritual pada
tingkat yang sama.
VI.
Kesimpulan
Instrument
kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan
erat dengan pajak. Adapun instrumen-instrumen nya antara lain: Anggaran defisit
atau kebijakan fiscal ekspansif , anggaran surplus atau kebijakan fiscal
kontraktif, dan anggaran berimbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar