Laporan keuangan adalah laporan
periodik yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara
umum tentang status keuangan dari individu, asosiasi, atau organisasi bisnis
yang terdiri dari laporan, laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas pemilik.
Analisis laporan keuangan menurut
Soemarso (2006:430) adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan
dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan
(tren) suatu fenomena.
Analisis laporan keuangan
dilakukan dengan mengevaluasi past performance keuangan nasabah, sehingga pada
akhirnya bank dapat memperkirakan kebutuhan pembiayaan yang tepat dan wajar.
Pada dasarnya laporan keuangan
bank sama saja dengan laporan keuangan perusahaan. Neraca bank memperlihatkan gambaran
posisi keuangan suatu bank pada saat tertentu. Laporan laba rugi memperlihatkan
hasil kegiatan suatu bank selama satu periode tertentu. Laporan perubahan
posisi keuangan memperlihatkan dari mana saja sumber dana
bank dan kemana saja di salurkan. Laporan ini di susun dari neraca pada dua
periode (tanggal) dan laporan laba rugi selama periode yang di laporkan. Selain
dari ketiga komponen tersebut, juga harus disertakan catatan dan laporan lain
serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Setiap bank diwajibkan
menyampaikan laporan keuangan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan
komitmen dan kontijensi, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan
berdasarkan waktu dan bentuk yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Sedangkan laporan yang harus dipublikasikan kepada masyarakat umum antara lain
adalah neraca, laporan laba rugi laporan komitmen dan kontenjensi yang
dilengkapi dengan kualitas aktiva produktif dan informasi lainnya, perhitungan
rasio keuangan, perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum, serta transaksi
valuta asing dan derivative.
Menurut PSAK No.
59 (2002) laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri atas
komponen-komponen sebagai berikut:
a)
Neraca
b)
Laporan laba rugi
c)
Laporan arus kas
d)
Laporan perubahan ekuitas
e)
Laporan perubahan dana investasi terkait
f)
Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak,
dan shadaqah
g)
Laporan sumber dan penggunaan dana qordhul hasan
h)
Catatan atas laporan keuangan
Berikut penjelasan
secara rinci komponen-komponen laporan keuangan tersebut.
Menganalisis laporan keuangan,
berarti melakukan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam
unsur-unsurnya, menelaah masing-masing usur tersebut, dan menelaah hubungan
antara unsur-unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan
pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan tersebut (Dwi Prastowo,
2002:52).
Arti penting laporan keuangan
adalah sebagai berikut:
1. Bagi
pihak manajemen adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi,
pengembangan karier
2. Bagi
pihak pemegang saham adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan,
keamanan investasi
3. Bagi
kreditor adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta
bunganya
4. Bagi
pemerintah adalah pajak, persetujuan untuk go publik
5. Bagi
karyawan adalah penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.
Macam-macam analisis laporan
keuangan:
v
Analisis time series dan cross sectional
1. Analisis
trendatau time series adalah analisis rasio perusahaan untuk beberapa periode
2. Analisis
cross sectional, dengan analisis membandingkan rasio-rasio perusahaan (company
ratio) dengan rata-rata ratio perusahaan sejenis atau industri (rasio
rata-rata/ratio standard) untuk waktu yang sama
v
Analisis commond size dan analisis index
1. Analisis
commond size, untuk membuat perbandingan elemen-elemen laporan keuangan dengan
command base-nya
2. Analisis
index, memilih tahun dasar sebaga commond base-nya elemen-elemen laporan
keuangan pada periode lain dibandingkan dengan elemen-elemen laporan keuangan
yang sama dengan tahun dasar tersebut
Analisis laporan keuangan
memiliki beberapa manfaat ke banyak pihak yang terbagi dalam dua kelompok,
yaitu:
1. Pihak
internal
a. Pengelola
(direksi dan manajemen)
Laporan keuangan memberikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan,
evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting dan kontrol internal
b. Karyawan
Karyawan akan tertarik dengan informasi keuangan yang terkait dengan
stabilitas dan profitabilitas perusahaan
2. Pihak
eksternal
a. Investor
atau owner
Investor atau owner berkepentingan dengan informasi yang berhubungan
dengan resiko yang terkait dengan investasi modal
b. Pemberi
pinjaman
Pihak yang memberi pinjaman berkepentingan dengan informasi yang
menunjukan kemampuan perusahaan membayar hutang.
c. Supplier
Pihak supplier dan pemberi hutang jangka pendek lainyya berkepentingan
dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka
pendeknya. Informasi tersebut akan membantu supplier untuk menentukan jumlah
piutang yang diberikan dan jangka waktunya
d. Pelanggan
Pelanggan memerlukan informasi yang berhubungan dengan kelangsungan
perusahaan, terutama pelamggan yang melakukan kerjasama jangka panjang.
Pelanggan yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng
e. Pemerintah
Bagi
pemerintah, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar pajak
Sifat dan keterbatasan laporan
keuangan adalah:
1. Bersifat
historis, yaitu merupakan kejadian yang telah lewat
2. Bersifat
umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu
3. Bersifat
konservatif dalam mengahadapi ketidakpastian dan lazimnya dipilih alternative
yang menghasilkan laba bersih