Jumat, 16 Mei 2014

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH





Laporan keuangan adalah laporan periodik yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum tentang status keuangan dari individu, asosiasi, atau organisasi bisnis yang terdiri dari laporan, laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas pemilik.
Analisis laporan keuangan menurut Soemarso (2006:430) adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan (tren) suatu fenomena.
Analisis laporan keuangan dilakukan dengan mengevaluasi past performance keuangan nasabah, sehingga pada akhirnya bank dapat memperkirakan kebutuhan pembiayaan yang tepat dan wajar.
Pada dasarnya laporan keuangan bank sama saja dengan laporan keuangan perusahaan. Neraca bank memperlihatkan gambaran posisi keuangan suatu bank pada saat tertentu. Laporan laba rugi memperlihatkan hasil kegiatan suatu bank selama satu periode tertentu. Laporan perubahan posisi keuangan memperlihatkan dari mana saja sumber dana bank dan kemana saja di salurkan. Laporan ini di susun dari neraca pada dua periode (tanggal) dan laporan laba rugi selama periode yang di laporkan. Selain dari ketiga komponen tersebut, juga harus disertakan catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Setiap bank diwajibkan menyampaikan laporan keuangan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan komitmen dan kontijensi, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan berdasarkan waktu dan bentuk yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sedangkan laporan yang harus dipublikasikan kepada masyarakat umum antara lain adalah neraca, laporan laba rugi laporan komitmen dan kontenjensi yang dilengkapi dengan kualitas aktiva produktif dan informasi lainnya, perhitungan rasio keuangan, perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum, serta transaksi valuta asing dan derivative.
Menurut PSAK No. 59 (2002) laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut:
a)      Neraca
b)      Laporan laba rugi
c)      Laporan arus kas
d)     Laporan perubahan ekuitas
e)      Laporan perubahan dana investasi terkait
f)       Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah
g)      Laporan sumber dan penggunaan dana qordhul hasan
h)      Catatan atas laporan keuangan
Berikut penjelasan secara rinci komponen-komponen laporan keuangan tersebut.
Menganalisis laporan keuangan, berarti melakukan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing usur tersebut, dan menelaah hubungan antara unsur-unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan tersebut (Dwi Prastowo, 2002:52).
Arti penting laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.      Bagi pihak manajemen adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier
2.      Bagi pihak pemegang saham adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi
3.      Bagi kreditor adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya
4.      Bagi pemerintah adalah pajak, persetujuan untuk go publik
5.      Bagi karyawan adalah penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.
Macam-macam analisis laporan keuangan:
v  Analisis time series dan cross sectional
1.      Analisis trendatau time series adalah analisis rasio perusahaan untuk beberapa periode
2.      Analisis cross sectional, dengan analisis membandingkan rasio-rasio perusahaan (company ratio) dengan rata-rata ratio perusahaan sejenis atau industri (rasio rata-rata/ratio standard) untuk waktu yang sama
v  Analisis commond size dan analisis index
1.      Analisis commond size, untuk membuat perbandingan elemen-elemen laporan keuangan dengan command base-nya
2.      Analisis index, memilih tahun dasar sebaga commond base-nya elemen-elemen laporan keuangan pada periode lain dibandingkan dengan elemen-elemen laporan keuangan yang sama dengan tahun dasar tersebut
Analisis laporan keuangan memiliki beberapa manfaat ke banyak pihak yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu:
1.      Pihak internal
a.       Pengelola (direksi dan manajemen)
Laporan keuangan memberikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting dan kontrol internal
b.      Karyawan
Karyawan akan tertarik dengan informasi keuangan yang terkait dengan stabilitas dan profitabilitas perusahaan
2.      Pihak eksternal
a.       Investor atau owner
Investor atau owner berkepentingan dengan informasi yang berhubungan dengan resiko yang terkait dengan investasi modal
b.      Pemberi pinjaman
Pihak yang memberi pinjaman berkepentingan dengan informasi yang menunjukan kemampuan perusahaan membayar hutang.
c.       Supplier
Pihak supplier dan pemberi hutang jangka pendek lainyya berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya. Informasi tersebut akan membantu supplier untuk menentukan jumlah piutang yang diberikan dan jangka waktunya
d.      Pelanggan
Pelanggan memerlukan informasi yang berhubungan dengan kelangsungan perusahaan, terutama pelamggan yang melakukan kerjasama jangka panjang. Pelanggan yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng
e.       Pemerintah
Bagi pemerintah, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar pajak
Sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah:
1.      Bersifat historis, yaitu merupakan kejadian yang telah lewat
2.      Bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu
3.      Bersifat konservatif dalam mengahadapi ketidakpastian dan lazimnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih