Selasa, 17 Desember 2013

INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER

INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER
Oleh: Indri Dwi Pertiwi
I.                    Instrumen-instrumen kebijakan moneter
Instrumen kebijakan moneter antara lain:
1.       Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah
Berdasarkan tujuannya operasi pasar terbuka dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
o   Dynamic open market operation yang bertujuan untuk mengubah jumah cadangan dan monetary base
o   Defensive open market operation yang bertujuan untuk mengontrol factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah cadangan dan monetary base
Kegiatan operasi pasar terbuka meliputi:
Ø  Absorsi liuiitas
-          Penerbitan SBI
-          Term deposit
-          Reverse repo
-          Penebitan SBIS
Ø  Injeksi likuiditas
-          Transaksi repo
2.       Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum
3.       Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadanga perbankan yang harus disimpan pada pemerintah
4.       Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar denganjalan member imbauan kepada pelaku ekonomi
5.       Kredit selektif atau memperketat pemberian kredit
6.       Politik sanering
Instrument-instrumen moneter bank Indonesia sebagai bank sentral Indonesia, antara lain:
1.       OMO melalui jual beli sertifikat Bank Indonesia di pasar uang
2.       RR yang ditentukan oleh Bank Indonesia
3.       Ratio Kecukupan Modal Capital Adequancy Ratio yang ditentukan oleh Bank Indonesia
4.       Plafon kredit untuk sector-sektor perioritas tertentu seperti sector usaha kecil dan menengah di daerah pedesaan

II.                  Mekanisme kerja kebijakan moneter
Melalui kebijakan moneter bank sentral mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan juga mempengaruhi tingkat suku bunga dan pendapatan. Perangkat utamanya adalah operasi pasar terbuka di mana bank sentral membeli obligasi sebagai ganti dari uang yang dikeluarkannya yang akhirnya menambah jumlah uang yang beredar dipasaran, selain itu bank sentral juga bias menjual obligasi untuk menarik uang dari masyarakat sehingga menurunkan jumlah cadangan unag beredar. Sebagai contoh tentang pembelian obligasi dalam pasar yang terbuka, pembelian tesebut dilakukan oleh bank sentral. Tujuan pasar terbuka ini adalah untuk mengubah ketersediaan relatif dari penawaran uang dan obligasi dan karenanya mengubah suku bunga. Ketika bank sentral membeli obligasi ia mengurangi penawaran obligasi yang tesedia di pasar dan dengan sendirinya cenderung menaikkan harganya.

III.                Pandangan ekonomi islam Instrumen-instrumen kebijakan moneter
Dalam sistem ekonomi islam stabilitas dalam nilai uang hanya dapat tercapai melalui instrumen-instrumen moneter yang konsisten dengan ajaran ajaran islam.

IV.                Instrument-instrumen kebijakan moneter dalam ekonomi syariah
Instrumen-instrumen kebijakan moneter syariah
operasi moneter syariah adalah pelaksanaan kebijakan moneter oleh bank Indonesia dalam rangka pengendalian moneter melalui kegiatan operasi pasar terbuka dan penyediaan standing facilities berdasarkan prinsip syariah.
Tujuan dari operasi moneter syariah adalah mencapai target operasional pengendalian operasi moneter syariah, mendukung pencapaian akhir kebijakan moneter BI
Kegiatan operasi yang dilakukan :
-          Operasi Pasar Terbuka syariah
-          Standing facilities syariah
   Intrumen-instrumen kebijakan moneter islam terdapat dalam tiga mazhab, yaitu:
1.       Mazhab iqthisoduna(baqir ash shadar)
Uang dipertukarkan dengan sesuatu yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian
2.       Mazhab mainstream(Dr.umer chapra) bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada agar dapat dialokasikan pada kegiatan perekonomian yang produktif
3.       Mazhab alternative/ analitis alternative (Dr.M.A choudury)
Kebijakan yang diambilberdasarkan musyawarah sebelumnya dengan sector riil
Secara mendasar ada beberapa instrumen kebijakan moneter dalam ekonomi islam, antara lain:
1.       Reserve ratio adalah suatu persentase tertentu dari simpanan bank yang harus dipegang oleh bank sentral
2.       Moral suasion
Bank sentral dapat membujuk bank-bank untuk meningkatkan permintan kredit sebagai tanggung jawab mereka ketika berada dalam keadaan depresi
3.       Lending ratio
Pinjaman kebaikan
4.       Refinance ratio adala sejumlah proporsi dari pinjaman bebas bunga
5.       Profit sharing Ratio
Bagi keuntungan ditentukan sebelum memulai suatu bisnis
6.       Islamic sukuk adalah obligasi pemerintah
Sukuk befungsi sebagai instrumen moneter yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola likuiditas

V.                  Perbandingan konvensional dan syariah
Dalam pelaksanaan prinsip moneter syariah berbeda dengan moneter syariah terutama dalam pemilihan target dan instrumennya. Perbedaan mendasar antara keduanya yaitu dalam moneter syariah tidak dibolehkan adanya jaminan terhadap nilai nominal maupun suku bunga. Dalam instrument syariah tidak ada system bunga sehingga bank sentral tidak dapat menerapkan system discount rate.
VI.                Kesimpulan
Instrumen moneter syariah adalah hukum syariah.
Instrumen kebijakan moneter antara lain: Operasi pasar, Fasilitas, Rasio cadangan, Himbauan moral, Kredit selektif atau memperketat pemberian kredit, dan Politik sanering.
Dalam moneter syariah tidak dibolehkan adanya jaminan terhadap nilai nominal maupun suku bunga. Dalam instrument syariah tidak ada system bunga sehingga bank sentral tidak dapat menerapkan system discount rate.

DAFTAR PUSTAKA
sukirno Sadono, 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Raja grafindo persada. Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar